Jl. Ahmad Dahlan No.76, Mojoroto, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur 64112
LOGI FIX
PJKI Gelar Sharing Session #4, Bahas Strategi Persiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah Berdasarkan Regulasi Terbaru
You are here : Home/Berita / PJKI Gelar Sharing Session #4, Bahas Strategi Persiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah Berdasarkan Regulasi Terbaru
PJKI Gelar Sharing Session #4, Bahas Strategi Persiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah Berdasarkan Regulasi Terbaru

19 Oktober 2026 — Pengelola Jurnal Keolahragaan Indonesia (PJKI) kembali menyelenggarakan kegiatan Sharing Session #4 bertajuk "Persiapan Pengajuan Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode 1 Tahun 2026" pada Senin, 19 Oktober 2026, secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Ibnu Fatkhu Royana, M.Pd., dari Universitas PGRI Semarang sebagai narasumber, serta diikuti oleh para pengelola jurnal ilmiah, baik anggota PJKI maupun non-anggota dari berbagai institusi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PJKI dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola jurnal ilmiah nasional, khususnya dalam menghadapi perkembangan kebijakan dan persyaratan akreditasi jurnal melalui sistem Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA).

Dalam pemaparannya, Ibnu Fatkhu Royana menjelaskan bahwa perkembangan regulasi akreditasi jurnal ilmiah membawa perubahan penting terhadap ekosistem pengelolaan publikasi ilmiah di Indonesia. Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan persyaratan administratif dan teknis, tetapi juga mendorong pengelola jurnal untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi, integritas akademik, dan konsistensi penerapan kebijakan editorial.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah pentingnya penyusunan dan penerapan kebijakan publikasi yang selaras dengan prinsip-prinsip etika publikasi internasional, termasuk pedoman dari Committee on Publication Ethics (COPE). Keberadaan kebijakan editorial tidak lagi cukup dipandang sebagai kelengkapan informasi pada website jurnal, tetapi harus mencerminkan praktik pengelolaan jurnal yang benar-benar dilaksanakan secara konsisten.

Pemateri turut menyoroti urgensi kebijakan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dalam proses publikasi ilmiah. Seiring meningkatnya penggunaan teknologi AI untuk membantu penulisan, penyuntingan, dan pengolahan informasi ilmiah, jurnal perlu memiliki kebijakan yang jelas mengenai transparansi penggunaan AI, tanggung jawab penulis, serta batasan pemanfaatannya dalam proses editorial dan penelaahan naskah.

Selain itu, penguatan tata kelola jurnal juga mencakup kebijakan peer review, pencegahan plagiarisme, konflik kepentingan, kepengarangan, penanganan dugaan pelanggaran etika publikasi, hingga mekanisme koreksi dan pencabutan artikel. Berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kredibilitas jurnal sekaligus meningkatkan kepercayaan komunitas akademik terhadap kualitas publikasi ilmiah nasional.

Diskusi Interaktif: Perlukah Jurnal Melakukan Perombakan Menyeluruh?

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan munculnya sejumlah pertanyaan mengenai strategi praktis pengelola jurnal dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan regulasi akreditasi.

Salah satu peserta, Zuhar Ricky, mengajukan pertanyaan mengenai sejauh mana pengelola jurnal perlu melakukan penyesuaian untuk menghadapi ketentuan terbaru. Ia mempertanyakan apakah strategi tersebut mengharuskan jurnal melakukan perombakan tampilan website, memperbarui format PDF artikel, hingga melakukan perekrutan editor dan reviewer baru.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ibnu Fatkhu Royana menegaskan pentingnya melakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh terhadap komponen pengelolaan jurnal. Menurutnya, perubahan regulasi perlu direspons melalui langkah-langkah konkret, bukan sekadar menambahkan dokumen kebijakan untuk memenuhi persyaratan akreditasi.

Penyesuaian tampilan dan struktur informasi website, penyempurnaan format artikel, serta penguatan komposisi dewan editor dan mitra bestari dapat menjadi langkah strategis apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya komponen yang belum sesuai dengan standar yang diharapkan.

Pemateri juga menekankan bahwa setiap kebijakan yang dicantumkan pada website jurnal harus dapat diimplementasikan dalam praktik editorial. Dengan demikian, pembenahan jurnal perlu berorientasi pada kesesuaian antara kebijakan tertulis, mekanisme kerja editorial, dan bukti pelaksanaannya.

Penguatan Tata Kelola Jurnal Menjadi Prioritas

Selain membahas aspek kebijakan, kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai persiapan pengajuan akreditasi melalui platform ARJUNA. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memeriksa kelengkapan informasi jurnal, memastikan konsistensi penerbitan, serta melakukan evaluasi internal sebelum mengajukan permohonan akreditasi atau reakreditasi.

Melalui kegiatan ini, pengelola jurnal diharapkan semakin memahami bahwa akreditasi tidak semata-mata berorientasi pada perolehan peringkat SINTA, melainkan juga menjadi instrumen evaluasi untuk membangun sistem pengelolaan publikasi ilmiah yang kredibel, berkelanjutan, dan berintegritas.

PJKI memandang bahwa perubahan regulasi merupakan momentum penting bagi pengelola jurnal untuk melakukan transformasi tata kelola. Penerapan standar etika publikasi, peningkatan kualitas proses editorial, penguatan kompetensi pengelola, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing jurnal ilmiah Indonesia.

Melalui penyelenggaraan Sharing Session yang berkelanjutan, PJKI berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang diskusi, pendampingan, dan berbagi pengalaman bagi komunitas pengelola jurnal ilmiah. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antarpengelola jurnal dalam mendorong ekosistem publikasi ilmiah nasional yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kualitas.

Tentang PJKI

Pengelola Jurnal Keolahragaan Indonesia (PJKI) merupakan organisasi yang menjadi wadah kolaborasi, pengembangan kapasitas, dan peningkatan profesionalisme pengelola jurnal ilmiah, khususnya dalam bidang keolahragaan. Melalui berbagai program edukasi, diskusi, dan pendampingan, PJKI berupaya mendukung penguatan tata kelola dan peningkatan mutu publikasi ilmiah di Indonesia.

Pengelola Jurnal Keolahragaan Indonesia (PJKI)
Bersama meningkatkan kualitas dan profesionalisme pengelolaan jurnal keolahragaan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *